Teori Cahaya Dalam Optik Geometri | Materi Fisika SMA Kelas X Semester 2
Kita dapat melihat melalui indra mata kita, dan hal ini sudah diperbincangkan sejak abad ke-empat sebelum masehi, Proses melihat ini diperdebatkan. Beberapa teori tentang proses melihat diantaranya dinyatakan oleh:
- Plato dan Euclides yang mendukung teori tentang adanya “ sinar–sinar penglihat”. Yang menyatakan bahwa kita dapat melihat sesuatu karena dari mata kita keluar sinar – sinar penglihat yang berbentuk kumis – kumis peraba.
- Aristoteles, yang menentang kebenaran teori “sinar – sinar penglihat”.
- Al-hasan, yang menyatakan bahwa kita dapat melihat benda di sekeliling kita sebab ada cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda, kemudian masuk kedalam mata kita.
Akibat dari pendapat Al-hasan ini maka timbul beberapa pendapat tentang cahaya :
- Sir Isaak Newton “teori Emisi” : bahwa sumber cahaya menyalurkan partikel – partikel kecil dan ringan yang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi.
- Christian Huygens, tentang “teori eter alam” : bahwa cahaya pada dasarnya sama dengan bunyi. Jadi untuk merambat membutuhkan medium perantara, yang disebut eter.
- Thomas Young dan Augustine Fresnell, bahwa cahaya dapat melentur dan berinterferensi.
- Jean Leon Foucault, bahwa cepat rambat cahaya di dalam zat cair lebih kecil dari pada di udara.
- James Clark Maxwell, bahwa cahaya adalah gelombang elektromagnet.
Teori Cahaya Dalam Optik Geometri | Materi Fisika SMA Kelas X Semester 2
Teori dari Maxwell diperkuat oleh :
- Heinrich Rudolph Hertz, bahwa gelombang elektromagnet adalah gelombang transversal sehingga dapat menunjukkan gejala polarisasi.
- Pieter Zaeman, bahwa berkas cahaya dapat dipengaruhi oleh medan magnet yang kuat.
- Johannes Stark, bahwa berkas cahaya dapat dipengaruhi oleh medan listrik yang kuat.
6. Michelson dan Morley, bahwa eter alam sesungguhnya tidak ada.
7. Max Karl Ernest Ludwig Planck, tentang “ Teori Kwantum Cahaya” bahwa cahaya terkumpul dalam paket – paket yang kecil yang disebut (kwanta) atau paket energi.
8. Albert Einstein, tentang “teori dualisme cahaya” bahwa cahaya bersifat sebagai pertikel dan bersifat sebagai gelombang.
Oleh pendapat para ilmuwan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sifat – sifat cahaya adalah :
Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang dalam perambatannya :
v Tidak memerlukan medium.
v Merambat dalam suatu garis lurus.
v Kecepatan terbesar di dalam vakum (ruang hampa), yaitu 3 x m/det.
v Kecepatan di dalam medium lain lebih kecil daripada kecepatan di dalam vakum
v Kecepatan cahaya didalam vakum adalah absolut, tidak tergantung pada pengamat.
source : jatisrono

0 komentar:
Posting Komentar